Assalamualaikum
Kadangkala rasa geli hati bila baca balik entri yang lepas. Tulisan ku ni banyak berasaskan emosi berbanding fakta. Jadi sebab tu rasa geli hati, kadang kala malu, apatah lagi jika nak promosikan blog ni, pasti lebih malu. :)
Ada sesuatu yang aku nak share. Semalam aku ada skype meeting dengan lecturer ku dari Belanda. Apa lagi, soal jawab soal jawab, terkial-kial lah aku menjawabnya. Ada jawapan contradict, bila disoal semula aku terdiam. Tapi nak cerita tentang akhlak lecturer ku itu, atau lebih tepat penyelia PhD ku itu, memang akhlak mereka terbaik. Walaupun aku dengan segala cacat cela ini, mereka tidak pernah sekali mencela ku. Bila aku tidak tahu, aku bertanya semula, mereka akan terangkan. Cara mereka fikir sangat objektif. Kalau ada sesuatu yang aku buat salah, meraka akan bagi tahu akan beri idea macam mana untuk baiki. Matlamat mereka nak capai objektif, iaitu aku mesti siapkan tesis PhD aku tahun ini.
Aku rasa inilah hadiah terindah aku sepanjang 6 tahun (lebih) buat PhD ni (tak payah nak heran, aku lembap sikit, sebab tu PhD ni ambik masa. :) Takpelah lain kali aku cerita apa faktor lain yang mungkin jadi penyebab kepada lamanya aku belajar). Oh, ape hadiah tadi? Dapat guru@ penyelia PhD yang sabar, baik, berilmu, dan nak berkongsi ilmu mereka dengan aku. Terima kasih cikgu!
Think big? Act Big? Think small, act big? Think big, act nothing? No...don't be too complicated (as what my friends always tell me! :))
Monday, May 22, 2017
Tuesday, May 16, 2017
Kancil burukku
Assalamualaikum.
Soal rezeki janganlah diungkit-ungkit atau dipersoalkan kerana yang berkuasa memberinya cuma Allah. Manusia cuma menjadi pengantara. Ingat ini. Supaya kita tidak berasa sedih, terkilan, malu atau apa-apa sahaja sebab kita tahu Allah yang Maha Kaya itu juga Maha Pemberi dan Maha Sempurna. Allah cuma akan beri yang terbaik sahaja buat hamba-Nya sesuai dengan keadaan hamba tersebut.
Ada satu cerita. Suatu hari aku dan anakku yang kedua, Nur Fatima yang pada masa itu berumur 8 tahun dalam perjalanan ke sekolahnya menaiki kancilku yang berusia hampir 12 tahun pada waktu itu. Dia berkata, "Ima rasa malu naik kereta mama ni." Syukur, pada waktu itu emosiku sedang stabil dan ceria. Apabila mendengar soalan Fatima, lebar senyumku dan ada rasa teruja. Lantas ku soal dia kembali, "kenapa Ima rasa macam tu?". "Iyalah, kancil mama nikan dah buruk," jawabnya. Berfikir sejenak, lalu aku pun menjawab, "Allah Maha Kaya, Allah yang ciptakan langit, bumi, matahari, dan semua makhluk yang ada di dunia ni Allah yang ciptakan. Jadi, Allah mesti ada sebab tersendiri kenapa dia bagi kancil ni pada mama. Ima tahu, kancil ni takde hutang, dia tak susahkan mama, minyak murah. Kita kena bersyukur sebab ada orang lagi susah dari kita. Kereta buruk pun tiada", begitulah serba sedikit peneranganku pada Fatima. Dia nampaknya berpuas hati dengan penjelasan ku. Harap-harap dia benar faham. :)
Sebenarnya aku yakin, Allah juga mengajarku melalui anak kecil ku itu. Tidak dapat dinafikan, umurku pada waktu itu sudah 36 tahun. Bahkan tatkala aku menulis coretan ini umurku akan mencecah 37 tahun dan aku masih memandu kancil buruk itu. Ada orang, pada usia begini sudah memiliki kereta besar, rumah besar, dan badanpun besar. Tapi aku tidak seperti mereka. Sesekali terdetik juga dalam hati sampai bila aku akan begini? Sesungguhnya, kalau kita mula membandingkan diri dengan orang lain, memang kita takkan gembira. Tapi kita mesti tahu perjalanan hidup setiap kita berbeza. Siapa yang tak inginkan kesenangan. Tapi caturan Allah itu tak siapa tahu. Kita cuma boleh berusaha dan selebihnya serahkan pada Allah. Jadi, tatkala aku terasa kecil memandang orang di sekeliling ku, aku pejamkan mata, ku fokuskan akalku dan hatiku membayangkan perjalanan ku ini hanyalah untuk kembali kepada-Nya. Setiap makhluk diciptakan istimewa di sisi-Nya. Aku tidak ketinggalan, moga aku diberi taufiq dan hidayah agar selalu redha dengan setiap ketentuannya. Supaya redha-Nya juga sentiasa menjadi milikku. Tiada lain yang lebih indah daripada mengecap redha-Nya bukan?
Oh ya, rezeki bukan saja pada material, tapi pada ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang baik, akhlak yang terpuji, ringan mengerjakan ibadah kepada Allah, rakan sekeliling yang baik hati, guru-guru yang mengajar kita dan anak kita tanpa jemu, suami yang hebat dan banyak lagi. Kalau nak ditulis, tak tertulis nikmat dan rezeki Allah pada kita. Itu yang kita tahu, yang kita tak tahu ada banyak lagi contohnya apabila kita terhindar dari kecelakaan. Tapi sebab kecelakaan itu sudah terhindar, kita tidak pernah tahu bahawa itu antara rezeki terbesar Allah untuk kita. Ya Allah, jadikanlah aku di kalangan hamba-Mu yang bersyukur. Amin. :)
Jazakallah, Huda.
Soal rezeki janganlah diungkit-ungkit atau dipersoalkan kerana yang berkuasa memberinya cuma Allah. Manusia cuma menjadi pengantara. Ingat ini. Supaya kita tidak berasa sedih, terkilan, malu atau apa-apa sahaja sebab kita tahu Allah yang Maha Kaya itu juga Maha Pemberi dan Maha Sempurna. Allah cuma akan beri yang terbaik sahaja buat hamba-Nya sesuai dengan keadaan hamba tersebut.
Ada satu cerita. Suatu hari aku dan anakku yang kedua, Nur Fatima yang pada masa itu berumur 8 tahun dalam perjalanan ke sekolahnya menaiki kancilku yang berusia hampir 12 tahun pada waktu itu. Dia berkata, "Ima rasa malu naik kereta mama ni." Syukur, pada waktu itu emosiku sedang stabil dan ceria. Apabila mendengar soalan Fatima, lebar senyumku dan ada rasa teruja. Lantas ku soal dia kembali, "kenapa Ima rasa macam tu?". "Iyalah, kancil mama nikan dah buruk," jawabnya. Berfikir sejenak, lalu aku pun menjawab, "Allah Maha Kaya, Allah yang ciptakan langit, bumi, matahari, dan semua makhluk yang ada di dunia ni Allah yang ciptakan. Jadi, Allah mesti ada sebab tersendiri kenapa dia bagi kancil ni pada mama. Ima tahu, kancil ni takde hutang, dia tak susahkan mama, minyak murah. Kita kena bersyukur sebab ada orang lagi susah dari kita. Kereta buruk pun tiada", begitulah serba sedikit peneranganku pada Fatima. Dia nampaknya berpuas hati dengan penjelasan ku. Harap-harap dia benar faham. :)
Sebenarnya aku yakin, Allah juga mengajarku melalui anak kecil ku itu. Tidak dapat dinafikan, umurku pada waktu itu sudah 36 tahun. Bahkan tatkala aku menulis coretan ini umurku akan mencecah 37 tahun dan aku masih memandu kancil buruk itu. Ada orang, pada usia begini sudah memiliki kereta besar, rumah besar, dan badanpun besar. Tapi aku tidak seperti mereka. Sesekali terdetik juga dalam hati sampai bila aku akan begini? Sesungguhnya, kalau kita mula membandingkan diri dengan orang lain, memang kita takkan gembira. Tapi kita mesti tahu perjalanan hidup setiap kita berbeza. Siapa yang tak inginkan kesenangan. Tapi caturan Allah itu tak siapa tahu. Kita cuma boleh berusaha dan selebihnya serahkan pada Allah. Jadi, tatkala aku terasa kecil memandang orang di sekeliling ku, aku pejamkan mata, ku fokuskan akalku dan hatiku membayangkan perjalanan ku ini hanyalah untuk kembali kepada-Nya. Setiap makhluk diciptakan istimewa di sisi-Nya. Aku tidak ketinggalan, moga aku diberi taufiq dan hidayah agar selalu redha dengan setiap ketentuannya. Supaya redha-Nya juga sentiasa menjadi milikku. Tiada lain yang lebih indah daripada mengecap redha-Nya bukan?
Oh ya, rezeki bukan saja pada material, tapi pada ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang baik, akhlak yang terpuji, ringan mengerjakan ibadah kepada Allah, rakan sekeliling yang baik hati, guru-guru yang mengajar kita dan anak kita tanpa jemu, suami yang hebat dan banyak lagi. Kalau nak ditulis, tak tertulis nikmat dan rezeki Allah pada kita. Itu yang kita tahu, yang kita tak tahu ada banyak lagi contohnya apabila kita terhindar dari kecelakaan. Tapi sebab kecelakaan itu sudah terhindar, kita tidak pernah tahu bahawa itu antara rezeki terbesar Allah untuk kita. Ya Allah, jadikanlah aku di kalangan hamba-Mu yang bersyukur. Amin. :)
Jazakallah, Huda.
Monday, March 24, 2014
be thankful
have you been mad to your spouse because you think he/she never thank you enough?
have you been frustrated at your boss because he never say thank you for all the works he dumped to you?
did you felt bullied by your family members because you had to cook and clean the dishes after every meal?
If you have felt all the feelings above, you must be a great person.
However, may I ask again you one question?
HAVE YOU THANK YOUR CREATOR for the life that HE HAS BEEN GIVING TO YOU?
If you have, than you're the greatest person! :)
Sometimes we always complaint. We never satisfied with other people. Actually there's no need for you to feel so because it is hard to change people. So, what is the solution to be a happier person is by being a thankful person. People will forget but Allah NEVER FORGET. Allah has been giving you His MERCY...always be thankful to Him..
Last but not least, don't expect anyone to say thank you, or to appreciate you. Maybe to them you don't deserve their thank you because you haven't done good enough. Then correct yourself, forgive yourself, be kind to yourself by saying Alhamdulillah...astaghfirullah....ask forgiveness to Allah..and don't forget to SMILE!
have you been frustrated at your boss because he never say thank you for all the works he dumped to you?
did you felt bullied by your family members because you had to cook and clean the dishes after every meal?
If you have felt all the feelings above, you must be a great person.
However, may I ask again you one question?
HAVE YOU THANK YOUR CREATOR for the life that HE HAS BEEN GIVING TO YOU?
If you have, than you're the greatest person! :)
Sometimes we always complaint. We never satisfied with other people. Actually there's no need for you to feel so because it is hard to change people. So, what is the solution to be a happier person is by being a thankful person. People will forget but Allah NEVER FORGET. Allah has been giving you His MERCY...always be thankful to Him..
Last but not least, don't expect anyone to say thank you, or to appreciate you. Maybe to them you don't deserve their thank you because you haven't done good enough. Then correct yourself, forgive yourself, be kind to yourself by saying Alhamdulillah...astaghfirullah....ask forgiveness to Allah..and don't forget to SMILE!
Tuesday, March 11, 2014
Iya dan Jangan
Jangan..
Jangan pandang rendah pada seseorang atau pada sesuatu perkara. I know very little. Kita disuruh 'bersangka baik atas setiap perkara'. keep on telling yourself...bersangka baik. Latih diri untuk bersangka baik atas setiap perkara. Keep on saying Alhamdulillah... keep on remembering Allah so that your mind will not be full with negative thoughts. Negative thoughts will kill you. Again...what you know is very little. Focus on to your duties dan berzikir dan berdoalah sentiasa kepada Allah....
Jangan merungut dengan kesusahan. Ingatlah semua yang terjadi atas izin Allah. Ucaplah innalillahiwainnailaihirajiun. Semoga Allah beri kesabaran dan menggantikan kesusahan dengan kesenangan.
Jangan rasa susah dengan tanggungjawab. Ingatkan bahawa tanggungjawab itu semua dari pada Allah.
Jangan rasa susah apabila terasa kita memikul tanggungjawab orang lain. Berhenti sejenak untuk berfikir dan tenangkan perasaan. Ucapkanlah Alhamdulillah...puji-pujian kepada Allah.. Sebenarnya apa yang kita fikir tidak semestinya betul. Allah lebih mengetahui. Ingatlah setiap perkara datangnya dari Allah. Mohon petunjuk dari Allah agar setiap apa yang dilakukan itu mendapat redha darinya.
Jangan terlalu banyak bergaul dan bercakap kerana kita mudah melakukan dosa dengan percakapan. Cakap yang terlalu banyak boleh mematikan hati. Cakap yang perlu sahaja. Usahakanlah... Avoid joining a group of noisy people talking about nothing really important. If they need your contribution, they will ask for it. Don't be a busy body.
Iya...
Bacalah Al-Quran.
Berdoalah, sambil berusaha, sambil bertawakkal.
Berzikir, bertakbir, bertahmid..
Tundukkan pandangan.
Diam, kerana diam adalah sifat orang berjaga-jaga. Orang yang bising senang diserang musuh. Ingatlah musuhmu paling utama adalah syaitan dan nafsumu sendiri.
----Akhirnya...Ya Allah...aku tahu bukan senang untuk menjadi baik. kuatkan azamku, usahaku, tawakkalku kepada Mu untuk berakhlak mulia Ya Allah....janganlah Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh diri kami sendiri Ya Allah...amin ya rabbal a'lamiin.
Jangan pandang rendah pada seseorang atau pada sesuatu perkara. I know very little. Kita disuruh 'bersangka baik atas setiap perkara'. keep on telling yourself...bersangka baik. Latih diri untuk bersangka baik atas setiap perkara. Keep on saying Alhamdulillah... keep on remembering Allah so that your mind will not be full with negative thoughts. Negative thoughts will kill you. Again...what you know is very little. Focus on to your duties dan berzikir dan berdoalah sentiasa kepada Allah....
Jangan merungut dengan kesusahan. Ingatlah semua yang terjadi atas izin Allah. Ucaplah innalillahiwainnailaihirajiun. Semoga Allah beri kesabaran dan menggantikan kesusahan dengan kesenangan.
Jangan rasa susah dengan tanggungjawab. Ingatkan bahawa tanggungjawab itu semua dari pada Allah.
Jangan rasa susah apabila terasa kita memikul tanggungjawab orang lain. Berhenti sejenak untuk berfikir dan tenangkan perasaan. Ucapkanlah Alhamdulillah...puji-pujian kepada Allah.. Sebenarnya apa yang kita fikir tidak semestinya betul. Allah lebih mengetahui. Ingatlah setiap perkara datangnya dari Allah. Mohon petunjuk dari Allah agar setiap apa yang dilakukan itu mendapat redha darinya.
Jangan terlalu banyak bergaul dan bercakap kerana kita mudah melakukan dosa dengan percakapan. Cakap yang terlalu banyak boleh mematikan hati. Cakap yang perlu sahaja. Usahakanlah... Avoid joining a group of noisy people talking about nothing really important. If they need your contribution, they will ask for it. Don't be a busy body.
Iya...
Bacalah Al-Quran.
Berdoalah, sambil berusaha, sambil bertawakkal.
Berzikir, bertakbir, bertahmid..
Tundukkan pandangan.
Diam, kerana diam adalah sifat orang berjaga-jaga. Orang yang bising senang diserang musuh. Ingatlah musuhmu paling utama adalah syaitan dan nafsumu sendiri.
----Akhirnya...Ya Allah...aku tahu bukan senang untuk menjadi baik. kuatkan azamku, usahaku, tawakkalku kepada Mu untuk berakhlak mulia Ya Allah....janganlah Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh diri kami sendiri Ya Allah...amin ya rabbal a'lamiin.
Friday, January 24, 2014
why worry
Bismillahirrahmanirrahim..
I am happy because I choose to be happy.
All the responsibilities I carry are determined by Allah The Almighty.
Why worry about not getting a PhD?
Is it because I have to pay back to KPT?
Or is it because I am afraid I cannot get other job to feed my babies?
No no no life is short so no worries
Improve myself and focus all energy on completing my duties
Afterall if I think I can, only with the permission of Him I may succeed.
I am happy because I choose to be happy.
All the responsibilities I carry are determined by Allah The Almighty.
Why worry about not getting a PhD?
Is it because I have to pay back to KPT?
Or is it because I am afraid I cannot get other job to feed my babies?
No no no life is short so no worries
Improve myself and focus all energy on completing my duties
Afterall if I think I can, only with the permission of Him I may succeed.
Sunday, January 19, 2014
To Wageningen with family or not?
My scholarship will end next February 2015. I have about 1 year to finish. I must go back to Wageningen by latest June 2014. I may go alone, or I may go with my family. Going alone means I have to endure the hard feeling of leaving my babies. Going with my family means I have to struggle to manage my babies like sending them to school, cook, taking care of them and me struggle even harder to finish my phd. Both have their good and bad stories. Allah knows best! Amin.
Saturday, March 9, 2013
writing
Dear myself,
Since I was in secondary school, I noticed that my confident level was very low. I really wanted to join the brasband group. But I never have the gut to join the other students in the long queue for registration. I believe I was talented, but I was too shy. So I only joined a choir group. There I could still sing and enjoy music.
After graduating from secondary school, I went to a private college for a matriculation program. There, I learnt more about myself. I was so used to attend solat berjemaah when I was in school and thus I just continued my routine in matrics. I still a reserve person, but sometimes I could be so loud especially when it came to giving opinion. In matriculation I really enjoy learning. I managed my time very well. I woke up daily around 4, solat, studied, attended classes, and right after Isya' I slept. That was my routine. I was happy to know that I was actually a morning person.No wonder I didn't like evening prep time when I was in school.
When I went to a university for a bachelor program, my first semester was so terrible. To be honest that was the first time I mixed with older students and different races in a class. I tought I was so stupid and couldn't cope up with studies. Later in the second semester, I worked harder, forced myself to ask in class whenever I didn't understand and made appoinments with lecturers. I was better, better in studies, managing time and mixed around with the other students. And the most important thing was I learn how to study, how to think creatively.
-----------------------------------------end of story
It is funny. Now to be honest I do not enjoy writing but I am learning. The way I learn now is by writing whatever I have in mind. It is funny because at the age of 33, I still don't have the skill to write because I do not make writing as habit. I do it only occasionlly. But now I believe it will never be too late. I will start from now. I am a researcher. A researcher must be able to write. Although writing technical paper is not similar as blog writing, I feel that blog writing is a suitable ground for me to practice, to break the feeling of 'not feeling comfortable' whenever I sit in front of my laptop and want to start writing. I will begin with writing rubbish but I know I will polish up my skill. InshaAllah.
Since I was in secondary school, I noticed that my confident level was very low. I really wanted to join the brasband group. But I never have the gut to join the other students in the long queue for registration. I believe I was talented, but I was too shy. So I only joined a choir group. There I could still sing and enjoy music.
After graduating from secondary school, I went to a private college for a matriculation program. There, I learnt more about myself. I was so used to attend solat berjemaah when I was in school and thus I just continued my routine in matrics. I still a reserve person, but sometimes I could be so loud especially when it came to giving opinion. In matriculation I really enjoy learning. I managed my time very well. I woke up daily around 4, solat, studied, attended classes, and right after Isya' I slept. That was my routine. I was happy to know that I was actually a morning person.No wonder I didn't like evening prep time when I was in school.
When I went to a university for a bachelor program, my first semester was so terrible. To be honest that was the first time I mixed with older students and different races in a class. I tought I was so stupid and couldn't cope up with studies. Later in the second semester, I worked harder, forced myself to ask in class whenever I didn't understand and made appoinments with lecturers. I was better, better in studies, managing time and mixed around with the other students. And the most important thing was I learn how to study, how to think creatively.
-----------------------------------------end of story
It is funny. Now to be honest I do not enjoy writing but I am learning. The way I learn now is by writing whatever I have in mind. It is funny because at the age of 33, I still don't have the skill to write because I do not make writing as habit. I do it only occasionlly. But now I believe it will never be too late. I will start from now. I am a researcher. A researcher must be able to write. Although writing technical paper is not similar as blog writing, I feel that blog writing is a suitable ground for me to practice, to break the feeling of 'not feeling comfortable' whenever I sit in front of my laptop and want to start writing. I will begin with writing rubbish but I know I will polish up my skill. InshaAllah.
Subscribe to:
Posts (Atom)